December 25, 2007

Libur telah tiba

Libur telah tiba, libur telah tiba, hore… hore… hore…

Yaah… akhirnya libur telah tiba. Kemaren di kampus baru aja nelesein acara tahunan, dan yang tersisa sekarang cuma capek.Rencanannya sih aku ama Ash mo jalan2 ke Yogyakarta. Tapi karena kesehatan finansialku semakin memprihatinkan (tak selembar uangpun ngedon di dompet kulit item kesayanganku ini), jadi aku “terpaksa” mengurungkan niatku untuk bertualang di kota gudeg itu.
Ngomong2 soal petualangan, aku jadi inget waktu aku ama Ash untuk pertamakalinya menjejakan kaki di kota Bandung. Ga cuma itu, aku ke sana selama 4 – 6 hari tiap bulan selama tiga bulan, gratis lagi. Tujuan kami kesana sebenernya mo survey kota Bandung buat nyelenggarakan acara tahunan kampus disana, tapi… aku ga menyia2kan kesempatan bertamasya yang belum tentu aku dapet di laen waktu. Petualangan sudah dimulai sejak di stasiun Gubeng 25 Oktober kemaren. Waktu itu, aku belum lama putus ama mantan pacarku, so keberangkatan ini terasa sangat emosional waktu itu, apalagi aku dapat kabar kalo ternyata mantan pacarku dah dapet pacar yang baru, wah… bikin suasana keberangkatanku jadi tambah beraaat men… Tapi gw bukan orang yang suka berlarut2 dalam kesedihan yang panjang, bcause my life must goes on with or without her, enjoy aja.

Percaya ato tidak, pertualanganku ke Bandung ini sebenernya my dream come true. Sejak putus ama pacarku yang pertama dulu, aku jadi penasaran buanget ama the Pasijs Van Java, Ciwalk, Dago, Kopi Aroma, oncom, dan lain sebagainnya yang jadi trademark kota kembang ini (kecuali geng motornya yang konon serem2, hiii…). Kenapa gw bisa ke Bandung, gratis pula? Waktu organisasi kampus ngadain open recruitment buat jadi koordinator kota Bandung, aku langsung bersedia melakukan apa aja demi mengisi posisi itu hanya dengan modal nekat. Waktu itu aku sama sekali ga tau menau soal tugas2 koordinator kota, sekali lagi… aku hanya bermodalkan nekat, N-E-K-A-T, titik. Toh akhirnya aku jadi banyak belajar bagaimana cara berdialog dengan pejabat, bernegosiasi dengan pihak sponsor, mengelola keuangan, membuat laporan, dan lain sebagainnya.

Apa yang dikatakan Mack R Douglas memang benar. Dalam bukunya How To Make A Habbit Of Succeding, dia mengatakan bahwa kekuatan akan selalu bersama orang yang mempunyai cita2. Dia juga menegaskan, cita2 atau keinginan yang terus dihidupi akan menjadi kenyataan, dan aku membuktikannya. Aku sukses bertualang gratis di Bandung, sekaligus sukses menjadi koordinator kota untuk acara tahunan kampusku, sebuah prestasi tersendiri bagi ku.

Dear friends, milikilah cita2, keinginan, harapan, ataupun mimpi. Karena hidup tanpa itu semua mirip ama kapal yang tidak punya nahkoda, dia hanya mengikuti aliran air, tidak punya tujuan. Atau seperti seorang penjaga lift yang setiap hari naik turun dengan lift tanpa pernah sampai pada tujuannya. You’re what you think.


No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah membaca dan memberi komentar pada post ini :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...