October 28, 2011

Terimakasih... IBLIS!





Ah... setidaknya saya dulu berpikir demikian. Saya pernah mendengar cerita dalam suatu pengajian, bahwa ketika Tuhan menciptakan manusia, dan Tuhan memerintahkan semua makhluknya untuk sujud kepada manusia (Nabi Adam) saat itu... semua makhluknya bersujud sesuai perintah Allah, kecuali setan (katanya sih karena kesombongannya). Setan merasa bahwa dia diciptakan dari API, sedangkan manusia diciptakan dari tanah... Setan merasa derajatnya lebih tinggi, dan enggan bersujud pada Adam.
Al-Baqarah 34-36:”Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Bersujudlah kamu kepada Adam!” Maka mereka bersujudlah mereka kecuali Iblis. Ia enggandan takabbur ‎dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.‎” 
Dari ayat tersebut saya menyimpulkan bahwa Iblis telah kafir, tak beragama dan melepaskan ‎imannya (sekali lagi, ini menurut tafsir saya, jadi maaf kalo punya pendapat berbeda). 


Sujudnya para malaikat kepada Adam tentu saja bukan berarti malaikat menyembah ‎Adam, sebab menyembah selain Allah tidak diperbolehkan.Para malaikat bersujud ‎kepada Adam atas dasar perintah Ilahi sebagai penghormatan, yang pada ‎hakikatnya bersujud kepada Allah atas penciptaan manusia. ‎

Okey... singkat cerita:
  1. Iblis adalah makhluk dari bangsa Jin (Al-Kahfi: 50) yang diciptakan dari api (Ar-Rahman: 15).
  2. Pada mulanya Iblis adalah makhluq yang tekun ibadah kepada Allah, namun menjadi makhluq terkutuk tatkala menolak mematuhi perintah Allah SWT untuk sujud kepada Nabi Adam dengan dalih bahwa dia diciptakan dari api, sedang Adam AS diciptakan dari tanah (Al-A’raf : 12).
  3. Iblis dikutuk dan diusir dari surga (Al-Hijr 34-35), serta ditetapkan sebagai penghuni neraka jahannam (Shaad : 85).
  4. Setelah dikutuk, Iblis mengajukan permohonan penangguhan kepada Allah hingga Hari Kiyamat.
  5. Permohonannya dikabulkan, lalu Iblis pun bersumpah akan menyesatkan anak cucu Nabi Adam (Al-Hijr : 36-40).
  6. Lalu Iblis menggoda Adam dan Hawa, ‘alaihimas salam, hingga keduanya masuk perangkapnya.
  7. Allah pun mengeluarkan Adam dan Hawa, ‘alaihimas salam, dari surga, tapi kemudian Allah SWT menerima taubat keduanya (Al-Baqarah : 36-37).
  8. Setelah dikutuk, Iblis mengajukan permohonan penangguhan kepada Allah hingga Hari Kiyamat.
  9. Permohonannya dikabulkan, lalu Iblis pun bersumpah akan menyesatkan anak cucu Nabi Adam (Al-Hijr : 36-40).
  10. Lalu Iblis menggoda Adam dan Hawa, ‘alaihimas salam, hingga keduanya masuk perangkapnya.
  11. Allah pun mengeluarkan Adam dan Hawa, ‘alaihimas salam, dari surga, tapi kemudian Allah SWT menerima taubat keduanya (Al-Baqarah : 36-37).


See?
Iblis telah bersumpah akan menyesatkan anak cucu Adam... Artinya, IBLIS bersumpah akan menyesatkan KITA yang sedang membaca note ini (anak cucu Adam)... dan Allah telah mengabulkan permohonannya. Iblis kini berada di mana-mana. Dia tidak bisa kita menolak kehadirannya. Baik di dalam masjid, di tempat pelacuran, di sekolah, maupun di rumah sakit... iblis ada dimana-mana untuk MENYESATKAN KITA...


Tapi...
Pernahkah terpikir oleh kita bahwa Allah menciptakan iblis untuk menyesatkan manusia, merupakan skenario dari Allah itu sendiri? Yah, Cak Nun, dalam salah satu kajiannya di Bangbang Wetan 13 Oktober 2011 di Balai Pemuda, menyatakan bahwa Allah telah mendesain Iblis untuk menyesatkan manusia sesuai dengan skenario yang telah dirancang-Nya dengan sangat sempurna...


Ingatlah...
Adz-Dzariyat ayat 56:
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”.


Al-Baqarah: 30:
”Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."


Allah mengangkat MANUSIA SEBAGAI KHALIFAH DI MUKA BUMI, sebagaimana firmanNya dalam surah Fathir ayat 39, dan al-An’am ayat 165.


Seandainya...
  1. Seandainya iblis dulu mau bersujud kepada Nabi Adam, sama seperti malaikat...

  2. Seandainya iblis dulu tidak menggoda Nabi Adam di surga hingga turun ke dunia...
Apa yang terjadi, saudara-saudara?
Yang terjadi adalah... kita mungkin masih di surga... dan kita tidak menjadi KHALIFAH di muka bumi.


Dan karena iblis menolak sujud kepada manusia, dan menggoda Nabi Adam yang di surga hingga turun ke dunia... kita semua berada di sini, di dunia... di tempat yang penuh kegemerlapan yang fana, dan diuji keimanannya... serta, diberi amanah yang tak mampu dipikul makhluk manapun selain kita (manusia)...


Tugas itu adalah MENJADI PEMIMPIN BUMI (khalifatul fil ardh)...

Tentu saja...
Sesuai sumpahnya, iblis akan terus menyesatkan anak cucu Nabi Adam (Al-Hijr : 36-40). Dalam rangka mensukseskan misi tersebut, iblis manfaatkan kelemahan manusia, karena Iblis tahu benar bahwa manusia itu lemah (An-Nisaa’: 28) dan penuh keluh kesah (Al-Ma’aarij : 19) serta selalu tergesa-gesa (Al-Isra’ : 11).


Dan kita bisa lihat sekarang dengan mata-kepala kita sendiri beberapa strategy iblis menyesatkan manusia:
  1. Eksplorasi besar-besaran rasa takut manusia terhadap lapar dan kemiskinan serta masa depan (Al-Baqarah : 268).

  2. Mendorong rasa ingin aman dari lapar dan kemiskinan dengan menjadikan materi sebagai pengaman (An-Nisaa’: 119).

  3. Kembangkan hawa nafsu manusia untuk meraih aman selamanya dengan menjadikan hawa nafsunya sebagai sesuatu yang terlihat bagus dalam pandangannya, selanjutnya jadikan materi sebagai tujuan (Al-An’aam : 43). Dengan tak-tik inilah, Iblis ingin menjadikan manusia sebagai makhluq materialisme yang serakah.

Berteman dengan iblis? Why (not)?
Yah... dimana-mana ada IBLIS. Di masjid, ada iblis yang menggoda. Di kompleks pelacuran, juga ada iblis yang siap menggoda. Di sekolah, rumah sakit, Balai RW, gedung futsal, dan di setiap jengkal alam semesta ini... iblis siap menggoda manusia untuk menjauhi jalan yang diridhoi Allah.


Ya... apa boleh buat.
Karena iblis ada dimana-mana, berkawan saja dengan iblis (asal jangan menurutinya).

IBLIS: Hey... ayuk kita mencuri Blackberry di masjid, mumpung gak ada yang lihat
AKU: Nggak lah... Sebenernya aku yo pengen henpon itu bro... cuma aku takut nanti dimarahin Tuhan... lagian hapene elek... gak ada fitur rice cooker-nya, enggak wes... nyuri yang lain aja...


IBLIS: Hey... kamu gak mau mampir ke ndoly tah? mumpung ada diskon lhoo...
AKU: Waah... tawaran yang menarik bro... tapi enggak deh. Takut kena penyakit kelamin... lagi gak punya duit jugak... takut nanti kena AIDS... takut ketagihan... takut dimarahin Tuhan.


IBLIS: Eh bro... temen-temenmu pada korupsi lho... kamu gak ikutan tah? lumayan bisa buat beli SAMSUNG GALAXY
AKU: Males blis.. lagian aku mo korupsi juga mo korupsi opo... gak ono sing iso di korupsi. Besok-besok aja deh... kalo aku jadi presiden Zimbabwe, mungkin aku akan korupsi


IBLIS: Ah, eloe nggak gaul bro... masak hari gini gak punya pacar?? Apa kata dunia..aa??
AKU: Asline yo pengen punya pacar my friend... cuma aku gak payu2 ae.

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah membaca dan memberi komentar pada post ini :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...