November 7, 2011

Ensiklopedia Cantik

Siapa sih wanita di dunia ini yang tidak ingin tampil cantik? Meskipun saya bukan wanita, tapi saya pikir, semua orang pasti setuju, bahwa setiap wanita ingin tampil cantik. Yah, itulah sebabnya kita menemukan banyak cara bagi wanita agar terlihat cantik, dari penggunaan riasan wajah, hingga operasi wajah. Namun, hal tersebut tidak cukup. Wanita juga harus memperhatikan beberapa hal, seperti trend, zaman dan budaya, agar benar-benar terlihat cantik.


Wanita Cantik di ajang Miss Universe
Umumnya, setiap orang berpendapat bahwa cantik itu tidak hanya dilihat dari penampilan fisiknya saja, tetapi juga inner beauty-nya, yaitu kecantikan yang berasal dari dalam (kepribadian, kecerdasan, dan kemampuan berkomunikasi). Pada tulisan ini, saya akan membatasi pembahasan tentang kecantikan pada kecantikan fisik di seluruh dunia.

Jadii... apakah definisi kecantikan itu?

Di permukaan bumi ini, hidup manusia dari ribuan suku-bangsa. Mulai dari Afrika, Eropa, Asia, Amerika, hingga Australia, anda akan mendapati berbagai macam ras manusia dengan segala budayanya yang unik.


Trend dan zaman sangat berpengaruh bagi wanita yang ingin terlihat cantik. wanita dengan riasan yang tebal-pun dapat dikatakan tidak cantik, jika tidak mengikuti trend dan zaman yang sedang berlangsung. Misalnya, trend riasan  pada tahun ’70-an berbeda dengan tahun 2000an. riasan yang digunakan wanita pada tahun 70an lebih tebal jika dibandingkan dengan trend riasan pada tahun 2000an

Wanita Cantik Dari Waktu Ke Waktu
Selain itu, wanita juga harus memperhatikan kebudayaan pada masyarakat setempat. Hal ini dikarenakan cantik bisaj saja tidak diukur dari seberapa tebal riasan yang digunakan, melainkan hal lain yang tidak pernah Anda bayangkan sebelumnya.



Cantik Bagi Wanita Suku Mursi di Ethiopia
Wanita Cantik Suku Mursi di Ethiopia, Afrika


Bagi suku Mursi di Ethiopia, lambang kecantikan bukan riasan, seperti bedak, dan lipstick, melainkan bibir lebar. Tradisi yang dikenal dengan istilah 'Labret' ini dilakukan dengan cara melubangi bagian bawah bibir semacam tindik selebar 1-2 sentimeter. Lalu, menempatkan semacam piringan bulat di dalamnya.

Cara yang ekstrim seperti itu, tidak lepas dari pandangan pria terhadap kata cantik di suku Mursi. Mereka beranggapan bahwa wanita terlihat cantik dengan bibir lang lebar. Dengan anggapan seperti itu, para pria di suku Mursi enggan menikahi wanita yang tidak memiliki bibir lebar. Hal ini mengungkapkan bahwa wanita akan melakukan segala cara, agar mendapatkan pengakuan cantik oleh pria.

Cantik Bagi Suku Han di China
Kaki Kecil Lambang Kecantikan



Yah, definisi cantik ternyata tidak hanya berbicara soal wajah saja. Tradisi Cina Han mengikat kaki perempuan untuk membuat kaki mereka menjadi kecil seperti tunas teratai sudah berlangsung lebih dari seribu tahun.  Tradisi ini dipraktikkan sejumlah wanita kelas menengah dan atas di China sebelum abad ke-20.

Para wanita mulai "mengecilkan" kakinya sejak usia 5-8 tahun, mereka mengikat empat jari kaki, kecuali jempol, ke bawah telapak kaki. Kain yang digunakan untuk mengikat kemudian dijahit untuk mencegah pertumbuhan empat jari tersebut dan membiarkannya menyatu dengan telapak kaki. Dalam budaya mereka, bentuk kaki kecil adalah lambang kecantikan wanita. Bahkan, dapat meningkatkan gairah seksual pria. Demi mendapat kehormatan di tengah masyarakat, mereka rela mengalami patah tulang dan infeksi selama proses pengikatan.

Pada awalnya mereka juga merasakan tidak nyaman dan sakit ketika digunakan untuk berjalan. Namun seiring berjalannya waktu, mereka terbiasa menggunakan sepatu mini untuk beraktivitas sehari-hari. Selain itu, struktur tulang telapak kaki mereka juga berubah menjadi lebih pendek daripada wanita pada umumnya.




Cantik Bagi Suku Pedalaman Thailand
Wanita Cantik Di Pedalaman Thailand


Bagi suku pedalaman di Paudang, Thailand, memiliki leher panjang akan terlihat anggun dan cantik. Atas nama kecantikan, mereka mengenakan kumparan logam di leher. Mereka mulai "memanjangkan" leher mereka Sejak berumur sekitar 5 tahun, leher mereka dipasang gelang tembaga yang melingkar berlapis-lapis agar lehernya tumbuh memanjang. Seiring pertambahan usia, kumparan ditambah sehingga tulang leher bertambah panjang alami. Setelah mereka telah dewasa, panjang leher bisa mencapai 20 cm.



Cantik Bagi Penduduk Mauritania

Semakin Gemuk, Semakin Cantik


Tradisi penduduk Mauritania, Afrika, menempatkan perempuan gendut sebagai idaman para pria. Di wilayah yang terletak di barat laut Afrika itu, perempuan gemuk dianggap cantik, kaya dan lebih bisa diterima secara sosial. Sebaliknya, perempuan yang kurus dianggap akan membikin malu keluarganya.

Inilah tradisi yang dinamakan warga setempat sebagai "leblouh". Sejak remaja atau bahkan masih anak-anak, perempuan dianjurkan makan makanan berlemak dan minum susu secara berlebihan agar tampak gemuk saat menikah.



Cantik Bagi Penduduk Era Awal Industrialisasi
Wanita Cantik Eropa Pada Abad Ke-19



Penggunaan korset jangka panjang yang superketat bisa menghasilkan pinggang kecil. Penggunaan korset ini bahkan bisa mengurangi ukuran pinggang wanita sebanyak 7-10 inci secara alami.

Kaum wanita pada abad ke-19 dan 20 banyak yang melakukan teknik meratakan perut dengan cara ini. Bagi masyarakat Eropa pada saat itu, semakin kecil pinggang mereka, semakin cantiklah wanita tersebut.




Untuk sementara, hanya ini yang bisa saya bagikan ke teman-teman semua. Di seluruh dunia, kita bisa saksikan bagaimana para wanita rela menghabiskan banyak uang, dan rela menyiksa diri mereka sendiri demi terlihat cantik di mata orang lain!


Ah, saya jadi teringat akan pernyataan Al-Khawarizmi, matematikawan muslim abad pertengahan.
Ketika ditanya tentang wanita. Beliau menjawab :
"Kalau wanita mempunyai akhlak yang baik dan agama yang baik serta cara berpikir positif, maka ia adalah angka 1" 
Kalau ia juga cantik maka imbuhkan 0, jadi 10
Kalau ia juga punya harta, imbuhkan lagi 0, jadi 100
Kalau ia pintar dan cerdas, imbuhkan lagi 0, jadi 1000
Jika seorang wanita memiliki semuanya tapi tidak memiliki yang pertama, maka ia hanya "000"
Wanita yang manakah Anda?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...